Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Jurusan Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Inten Lampung kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan bersama Dinas Sosial Kota Metro melalui kunjungan dan pendampingan sosial di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bhakti Mulya Metro. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas mahasiswa dalam memahami praktik pelayanan sosial secara langsung, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan psikososial para penerima manfaat, khususnya lanjut usia yang tinggal di lingkungan panti. (15/01/2026)

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi langsung oleh Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Metro yang berperan sebagai supervisor lapangan. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan humanis melalui teknik small talk dan mendengarkan cerita atau pengalaman hidup para penghuni panti. Metode ini dipilih karena dinilai efektif untuk membangun kedekatan emosional, menumbuhkan rasa percaya, serta membantu lansia mengekspresikan perasaan dan kenangan mereka secara nyaman.

Sejak awal kunjungan, suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak terbangun antara mahasiswa dan para penghuni LKS Bhakti Mulya. Mahasiswa secara bergantian duduk berdampingan dengan lansia, membuka percakapan ringan seputar keseharian, hobi, hingga pengalaman masa lalu. Beberapa lansia terlihat antusias menceritakan perjalanan hidup mereka, mulai dari masa muda, pekerjaan yang pernah dijalani, hingga perubahan sosial yang mereka rasakan dari waktu ke waktu.

Menurut Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Metro, pendekatan komunikasi sederhana seperti small talk memiliki peran penting dalam proses pendampingan sosial. Selain membantu mahasiswa memahami kondisi psikologis lansia, aktivitas ini juga menjadi sarana terapi emosional yang mampu mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan kebahagiaan penerima manfaat. Lansia yang sebelumnya terlihat pendiam perlahan mulai membuka diri setelah diajak berbincang secara santai dan penuh empati.

Najwa, salah satu mahasiswa PKL menyampaikan bahwa pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan pembelajaran yang tidak dapat diperoleh hanya melalui teori di kelas. Mahasiswa belajar tentang etika komunikasi, empati sosial, serta pentingnya kesabaran dalam mendengarkan cerita panjang para lansia. Interaksi ini juga menjadi refleksi bagi mahasiswa untuk memahami nilai kehidupan, rasa syukur, dan pentingnya menjaga hubungan sosial di masa tua.
Sementara itu, Sri Rahayu, S.Pd. selaku pimpinan LKS Bhakti Mulya Metro menyambut baik kehadiran mahasiswa PKL dan tim Dinas Sosial Kota Metro. Mereka menilai kegiatan pendampingan seperti ini sangat membantu menciptakan suasana yang lebih hidup di dalam panti. Para lansia merasa diperhatikan dan memiliki ruang untuk berbagi cerita, sehingga kondisi psikologis mereka menjadi lebih positif.

Kepala Dinas Sosial Kota Metro melalui perwakilannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima layanan, tetapi juga menjadi investasi bagi lahirnya calon-calon tenaga profesional yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Diharapkan, kegiatan PKL ini mampu membentuk mahasiswa yang kompeten, beretika, serta siap berkontribusi dalam penanganan permasalahan sosial di masyarakat.

Kegiatan kunjungan dan pendampingan sosial di LKS Bhakti Mulya Metro ini menjadi salah satu rangkaian program praktik lapangan mahasiswa UIN Raden Inten Lampung selama berada di Dinas Sosial Kota Metro. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan terus berlanjut dengan berbagai inovasi pendekatan sosial yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan penerima manfaat.

Melalui interaksi sederhana namun bermakna, mahasiswa dan Pekerja Sosial menunjukkan bahwa perhatian kecil seperti mendengarkan cerita dan membangun percakapan ringan dapat memberikan dampak besar bagi kesejahteraan emosional lansia. Dinas Sosial Kota Metro berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan sosial yang inklusif dan humanis, sekaligus membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda agar lebih peka terhadap realitas sosial di sekitarnya.


