Sedangkan yang dimaksud dengan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) adalah semua hal yang berharga yang dapat digunakan untuk menjaga, menciptakan, mendukung atau memperkuat usaha kesejahteraan sosial. Potensi dan sumber kesejahteraan sosial dapat berasal atau bersifat manusiawi, sosial dan alam. Menurut Kementrian Sosial RI saat ini tercatat ada 6 jenis PSKS, yaitu :

Pekerja Sosial Profesional

adalah seseorang yang bekerja, baik di lembaga pemerintah maupun swasta yang memiliki kompetensi dan profesi pekerjaan sosial, dan kepedulian dalam pekerjaan sosial yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan atau pengalaman praktek pekerjaan sosial untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial.

Kriteria :

  1. Usia 18 – 59 tahun.
  2. Telah mengikuti berbagai bimbingan dan pelatihan bidang kesejahteraan sosial dan mendapatkan sertifikasi.
  3. Adanya minat untuk mengabdi dan bekerja di bidang kesejahteraan sosial atas dasar sukarela, rasa terpanggil dan kesadaran sosial.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan

Tenaga Kesejahteraan Sosial Keamatan (TKSK) adalah seseorang yang diberi tugas untuk melaksanakan pendampingan sosial dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di tingkat Kecamatan, sebagai tenaga relawan yang direkrut dari unsur Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) atas dasar kesukarelawan dan keiklasan untuk mengabdi.

Eksistensi TKSK sangat diperlukan di wilayah Kecamatan untuk mengisi infrastruktur sosial di wilayah ini sejak Pekerja Sosial Kecamatan (PSK) tidak didayagunakan. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : 1.Melakukan identifikasi, inventarisasi dan pendataan terhadap Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dan Peyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayah Kecamatan. 2.Mengembangkan jejaring dan koordinasi peyelenggara Usaha Kesejateraan Sosial dengan instansi terkait dan pihak terkait (stake holder) di tingkat Kecamatan 3.Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Karang Taruna dan PSM yang berada diwilayah Kecamatan, dalam rangka mengoptimalkan tugas-tugas pendampingan di lapanagan dalam penanganan PMKS 4.Melakukan bimbingan dan penyuluhan sosial di lingkungan Kecamatan khususnya kepada kelompok sasaran program pembangunan sosial 5.Melakukan monitoring, evaluasi dan membuat laporan pelaksanaan tugas secara tertulis yang disampaikan kepada Dinas/Instansi Sosial Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Dinas Sosial Provinsi dan Direktorat Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Masyarakat Ditjen pemberdayaan Sosial Departemen Sosial RI

Pekerja Sosial Masyarakat

adalah warga masyarakat yang atas dasar rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial serta didorong oleh rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial secara sukarela mengabdi di bidang kesejahteraan sosial. (Kepmensos RI No. 28/HUK/1987)

Kriteria :

  1. Usianya antara 18 – 59 tahun.
  2. Telah mengikuti berbagai bimbingan dan pelatihan bidang kesejahteraan sosial.
  3. Adanya minat untuk mengabdi dan bekerja dibidang kesejahteraan sosial atas dasar sukarela, rasa terpanggil dan kesadaran sosial.
  4. Sebagai tokoh atau ditokohkan masyarakat.
  5. Pendidikan minimal SLTP.

Taruna Siaga Bencana (Tagana)

adalah orang/relawan yang berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial.

Kriteria untuk dapat diangkat menjadi Tagana :

  1. Generasi muda berusia 18 – 40 tahun.
  2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana.
  3. Bersedia mengikuti pelatihan yang khusus terkait dengan penanggulangan bencana.
  4. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Setia dan taat pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945

Organisasi Sosial

adalah suatu lembaga/yayasan/perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial.

Kriteria :

  1. Mempunyai nama, struktur, dan alamat organisasi yang jelas.
  2. Mempunyai pengurus dan program kerja.
  3. Berbadan hukum atau tidak berbadan hukum.
  4. Melaksanakan/mempunyai kegiatan dalam bidang usaha kesejahteraan sosial.

Karang Taruna

adalah organisasi sosial kepemudaan, wadah penngembangan generasi muda, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat khususnya generasi musa di wilayah desa/kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial dan secara organsisasi berdiri sendiri.

Kriteria :

  1. Organisasi sosial kepemudaan dan berkedudukan di desa/keluarahan.
  2. Mempunyai nama, alamat, struktur organisasi dan susunan pengurus yang jelas.
  3. Otonom dan bukan vertikal.
  4. Keanggotaannya bersifat pasif (steelsel pasif).
  5. Usia anggotanya berkisar antara 13-45 tahun.
  6. Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga adalah suatu lembaga atau organisasi yang memberikan pelayanan konseling, konsultasi, pemberian/penyebarluasan informasi, penjangkauan, advokasi, dan pemberdayaan bagi keluarga secara profesional, termasuk merujuk sasaran ke lembaga pelayanan lain yang benar-benar mampu memecahkan masalahnya secara lebih intensif.

Dunia Usaha

adalah organisasi yang bergerak di bidang produksi barang/jasa termasuk BUMN dan BUMD serta atau wirausahawan beserta jaringannya yang peduli dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan usaha-usaha kesejahteraan sosial sebagai wujud rasa tanggung jawab sosial.

Kriteria :

  1. Bergerak di bidang produksi barang/jasa.
  2. Berbadan hukum atau tidak berbadan hukum.
  3. Melaksanakan/mempunyai kegiatan dalam bidang usaha kesejahteraan sosial

 

Print Friendly, PDF & Email