Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya luhur, memiliki ikatan kekeluargaan yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan budaya yang menghargai peran serta kedudukan para lanjut usia dalam keluarga maupun masyarakat.

Sebagai warga yang telah berusia lanjut, para lanjut usia mempunyai kebajikan, kearifan serta pengalaman berharga yang dapat di teladani oleh generasi penerus dalam pembangunan nasional. Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah memicu timbulnya berbagai perubahan dalam masyarakat, dengan meningkatkan angka harapan hidup. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk.

Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia (Lansia) terus meningkat dari tahun ke tahun. Proses penuaan penduduk tentunya berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan semakin bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit.

Dengan demikian, peningkatan jumlah Lansia menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan sekaligus sebagai tantangan dalam pembangunan. Bila permasalahan tersebut tidak diantisipasi dari sekarang, maka tidak tertutup kemungkinan bahwa proses pembangunan akan mengalami berbagai hambatan.

Fenomena sosial yang acapkali luput dari perhatian para intelektual di negara berkembang, khususnya di Indonesia adalah permasalahan hak azasi dari sekelompok penduduk yang telah melampaui usia lanjut dan terlantar; lansia terlantar (LT).

Sudah barang tentu ke depan permasalahan ini semakin kompleks karena jumlah mereka semakin bertambah, seiring dengan semakin tambahnya angka harapan hidup. Di satu sisi karena keterbatasan usia mereka tidak dapat meraih akses terhadap kesempatan-kesempatan yang tersedia dari hasil pembangunan, karenanya tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup secara berkecukupan.

Untuk itu tindakan kepada mereka selayaknya harus segera dilakukan. Maka dari itu Dinas Sosial Kota Metro telah berupaya memberikan pemenuhan hak-hak lansia melalui kegiatan:
1. Rehabilitasi sosial dan bantuan bagi lansia terlantar.
2. Pendampingan Sosial.