Untuk mengatasi permasalahan anak selama ini paradigma yang berkembang masih hanya mengandalkan LKSA/Panti sebagai tempat penyelesaian masalah. Padahal seharusnya LKSA/Panti adalah solusi terakhir ketika langkah-langkah lainnya tidak bisa menyelesaikan masalah.
Realitanya hanya 10% anak-anak yang saat ini berada di panti yang berasal dari keluarga yatim piatu.
Untuk menangani permasalahan anak, Dinas Sosial Provinsi Lampung bekerjasama dengan NGO Save The Children merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sosial Anak di wilayah Lampung.

Tujuan SOP

  1. Memberikan pedoman untuk pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam pelaksanaan pemberian pelayanan sosial anak yang sesuai.
  2. Memberikan pedoman bagi pekerja sosial anak.
  3. Memberikan acuan tentang kerjasama/koordinasi antar lembaga terkait dalam memberikan pelayanan sosial anak.

Sasaran SOP

  1. Pemerintah daerah, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), dan dunia usaha.
  2. Pekerja sosial profesional, Tenaga kesejahteraan sosial (TKS), dan pendamping anak.
  3. Petugas dari lembaga terkait seperti Polisi, Jaksa, Hakim, Advokat, RPTC, Rumah Sakit, Biro Psikologi, dll.
  4. Keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Langkah-langkah dalam pelaksanaan SOP Pelayanan Sosial anak sebagai berikut:

  1. Upaya Preventif/Pencegahan.
  2. Pengasramaan/Kepengasuhan Rumah Perlindungan Trauma Center.
  3. Assesmen (Penggalian Masalah).
  4. Rencana Intervensi.
  5. Intervensi.
  6. Resosialisasi.
  7. Reintegrasi/Reunifikasi.
  8. Pengasuhan Alternatif Keluarga.
  9. Bimbingan Lanjut.
  10. Terminasi.

Berikut diagram Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Anak di Kota Metro: