METRO – Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Metro membuka kegiatan Advokasi Pelayanan dan Perlindungan Anak di Aula Kecamatan Metro Timur, 23 Oktober 2018.

Dalam sambutannya, Subehi, S.STP., mengatakan bahwa kewajiban negara dalam memberikan pelayanan terhadap anak-anak yang mengalami kasus-kasus kekerasan serta memberikan perlindungan kepada anak-anak agar tidak terjadi tindakan-tindakan yang dapat mengganggu hak anak.

“Pelayanan terbaik merupakan indikator utama yang menentukan apakah advokasi yang dilaksanakan berhasil atau tidak, jangan sebaliknya justru menyebabkan perempuan dan anak korban kekerasan mengalami kekerasan untuk kedua kalinya”.

Proses advokasi harus dilihat sebagai proses pemberdayaan korban. Korban tidak hanya didudukkan sebagai pihak yang pasif, yang hanya mengikuti langkah-langkah pemulihan, baik hukum, medis maupun psikososial tanpa mengerti apa pentingnya upaya ini.

“Aspek lain yang harus diperhatikan adalah pemahaman tentang prinsip-prinsip hak perempuan dan anak khususnya perempuan yang mengalami kekerasan. Hal ini terkait dengan dua kepentingan yang timbul, baik dari sisi korban maupun sisi pihak yang melakukan advokasi. Persoalannya terletak pada perbedaan kepentingan masing-masing pihak. Dalam konteks itulah pemahaman hak perempuan dan anak sangat diperhatikan, khususnya bagi pihak yang melakukan advokasi” lanjut Subehi.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak melalui pelaksanaan pengarusutamaan gender, pemenuhan hak anak, serta perlindungan perempuan dan anak dengan memperhatikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal ini diikuti oleh 50 orang peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *