METRO – Anak adalah harapan masa depan bangsa dan penerus generasi di masa mendatang. Karena itu perlindungan anak menjadi hal yang sangat penting. Perlindungan anak merupakan suatu upaya untuk menciptakan kondisi dimana anak dapat melaksanakan hak dan kewajibannya.

Melihat pentingnya hal itu, Dinas Sosial Kota Metro telah menyelenggarakan Workshop Optimalisasi Manajemen Kasus Berbasis Hak Anak, Selasa (27-11-2018) bertempat di Ballroom Hotel Grand Skuntum Kota Metro.

Kegiatan workshop ini menghadirkan Pembicara Utama (keynote speaker) dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat – Jakarta, Putu Elvina, S.Psi., MM. Selain itu┬ápembicara lain dalam seminar ini berasal dari Tim Pengarah Pusat Dukungan Anak dan Keluarga (PDAK) Provinsi Lampung; Dra. Ratna Fitriani ┬ádan Toni Fisher; seorang Fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) pada Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Lampung/ Koordinator Tim Dukungan Psikososial pada Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Acara workshop ini diawali dengan penampilan Tari Kreasi “Cleopatra” persembahan dari anak-anak didik PAUD/Kober Adinda Metro. Persembahan lainnya diisi dengan perform musik angklung dari anak-anak TK BPK Penabur Metro, yang memainkan lagu Gundul-Gundul Pacul.

Pada opening ceremony yang dihadiri oleh Djohan, Walikota Metro dan undangan Kepala Badan, Dinas, Kantor, Bagian Setda, Camat dan Lurah se-Kota Metro serta Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Metro; Subehi, Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Metro menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari berbagai instansi seperti:

  • Unit Pelayanan Perempuan (PPA) Polres,
  • Unit Pusat Perlindungan Anak (PPA) Polsek se-Kota Metro,
  • Jaksa Anak.
  • Hakim Anak.
  • Balai Pemasyarakatan (Bapas) Metro.
  • Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Metro.
  • Lembaga Pemerhati Anak (LPA) Kota Metro.
  • Psikolog Anak.
  • Pengacara.
  • Inspektorat Kota Metro.
  • Dinas Pendidikan Kota Metro.
  • Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Metro.
  • Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Metro.
  • TP. PKK Kota Metro.
  • Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Metro.
  • Kepala Sekolah/Guru TK, SD, SLTP dan SLTA se-Kota Metro.
  • Pengurus HIMPAUDI Kota Metro.
  • Pengurus Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Kota Metro.
  • Perwakilan Pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)/Panti Anak se-Kota Metro.
  • Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kota Metro.
  • Pekerja Sosial Anak.
  • Pendamping Keluarga Harapan (PKH).

Sementara itu Wakil Walikota Metro, Djohan, SE, MM. memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Sosial Kota Metro yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dan bisa menghadirkan pembicara langsung dari KPAI Pusat Jakarta. “Kegiatan semacam ini sangat pentingnya maknanya. Karena kita ini dulu pernah menjadi anak-anak. Sehingga ketika kita sudah tua dan dewasa sekarang ini kita harus bisa memberikan perlindungan bagi anak-anak” terang Wakil Walikota.

Djohan juga menyampaikan bahwa anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu hak-hak anak harus ditunaikan. Hak-hak anak yang terdapat dalam Konvensi Hak Anak (KHA) PBB Tahun 1989 bisa dikelompokkan ke dalam 4 (empat) kategori hak-hak anak yaitu:

  • Hak untuk kelangsungan hidup, yaitu hak-hak anak untuk mempertahankan hidup dan hak untuk memperoleh standar kesehatan dan perawatan sebaik-baiknya;
  • Hak untuk tumbuh kembang, yang meliputi segala hak untuk mendapatkam pendidikan, dan untuk mendapatkan standar hidup yang layak bagi perkembangan fiski, mental, spritual, moral dan sosial anak;
  • Hak untuk mendapatkan perlindungan, yang meliputi perlindungan dari diskriminasi, tindak kekerasan dan keterlantaran bagi anak-anak yang tidak mempunyai keluarga dan bagi anak-anak pengungsi;
  • Hak untuk berpartisipasi, meliputi hak-hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak.

Dalam materi yang disampaikan oleh Komisioner KPAI Pusat, Putu Elvina menyampaikan bahwa jumlah anak-anak Indonesia saat ini 83,99 juta jiwa. Telah terjadi banyak kasus yang terjadi di kalangan anak-anak tersebut. Kluster kasus yang terjadi antara lain:

  • Sosial dan anak dalam situasi darurat.
  • Keluarga dan pengasuhan alternatif.
  • Agama dan budaya.
  • Hak sipil dan administrasi.
  • Kesehatan dan Napza
  • Pendidikan.
  • Pornografi dan cyber crime.
  • Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
  • Traficking dan eksploitasi.
  • Kasus perlindungan anak lainnya.

Dalam kurun waktu 8 (delapan) tahun terakhir, berdasarkan laporan pengaduan KPAI jumlah korban dan pelaku pelanggaran hak anak mencapai 32.662 orang dengan jumlah korban dan pelaku di dominasi oleh laki-laki.

Untuk menyelesaikan kasus-kasus anak yang terjadi maka perlu Manajemen Kasus yang baik. 8 kunci keberhasilan pelaksanaan manajemen kasus, yaitu:

  • Identifikasi klien dan outreach.
  • Assessment dan diagnosis Individual dan Keluarga.
  • Identifikasi Sumberdaya dan Perencanaan.
  • Menghubungkan klien ke sumberdaya yang diperlukan.
  • Implementasi dan koordinasi.
  • Monitoring.
  • Advocacy untuk meningkatkan layanan.
  • Evaluasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *