Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) merupakan bantuan sosial pangan kelanjutan dari program Rastra (Beras Sejahtera). Kota Metro telah melaksanakan Program BPNT di Bulan April 2018. Selama tiga kali pelaksanaan Program BPNT, Kota Metro mendapatkan peringkat 1 (kesatu) progres penyaluran terbaik se Indonesia.

BPNT disalurkan secara secara non tunai dengan menggunakan sistem perbankan yang mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Dengan sistem non tunai diharapkan dapat tercipta transparansi dan akuntabilitas. Penyaluran BPNT ditetapkan pada tanggal 25 setiap bulan dengan sistem transfer dari pusat langsung kepada rekening KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sebesar Rp 110.000. Sebanyak 5.980 KPM Kota Metro sudah dapat melakukan pembelian Komoditi Beras dan Telur di 19 Ewarong yang ada di Kota Metro setiap tanggal 25. Dengan bantuan sebersar Rp 110.000/bulan, rata-rata KPM melakukan pembelian 10 Kg beras dan sisa bantuan dihabiskan untuk pembelian telur.

Dengan jadwal yang telah ditetapkan dan Jumlah KPM yang besar, dikhawatirkan akan menyebabkan peningkatan inflasi di Kota Metro pada kedua komoditi yaitu beras dan telur. Berdasarkan hal tersebut, Bank Indonesia (BI) pusat didampingi Perwakilan BI Provinsi Lampung melakukan survei Monitoring Perluasan Penyaluran Bansos Nontunai dan Survei Penyebab Inflasi pada tanggal 3 – 5 Juli di Kota Metro.

Dalam melakukan Survei, BI melibatkan beberapa KPM, Pendamping Sosial, E-Warong, Agen BRILink dan beberapa warung dan Pedagang sembako sebagai Responden. Hasil dari Survei tersebut M.Intan Hanafie Manajer di Grup Strategis, Manajemen Kinerja dan SDM KPWDN Departemen Regional 1 BI mengungkapkan “untuk komoditas beras, tidak berpengaruh terhadap inflasi karena kebutuhan beras KPM setiap bulan lebih dari 10 Kg, jadi BPNT hanya mengurangi pembelian beras KPM setiap bulannya. Dari hasil survey rata-rata beras 10 Kg habis dalam waktu seminggu sampai 10 hari, tergantung pada banyaknya orang dalam keluarga.” Selanjutnya Budi Suharjo Tenaga Ahli Swakelola BI menambahkan “untuk komoditas telur patut dicurigai dapat memicu peningkatan inflasi pada jadwal penyaluran BPNT, karena tidak semua KPM sehari-harinya mengkonsumsi telur”.

Adanya program BPNT di Kota Metro diharapkan dapat membawa dampak positif tidak hanya bagi KPM penerima bantuan tetapi juga bagi seluruh masyarakat di Kota Metro.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *