METRO –┬áKepala Dinas Sosial Kota Metro yang diwakili oleh Sekretaris, Subehi, S.STP., membuka kegiatan Advokasi Program Pelayanan dan Perlindungan Anak di Aula Kecamatan Metro Pusat, Selasa pagi (17/10). Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, seperti Kader PKK, Guru PAUD, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK), dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam sambutannya Kepala Dinas Sosial Kota Metro itu mengingatkan agar proses advokasi pelayanan dan perlindungan anak dipahami oleh semua element masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Metro Pusat sehingga dapat berkontribusi dalam upaya-upaya perlindungan anak sesuai amanat Undang-Undang Perlindungan Anak.

ÔÇťAdvokasi pelayanan dan perlindungan yang dilaksanakan agar memperhatikan kebutuhan anak dan situasi/kondisi psikologisnya”. Tutur Kepala Dinas Sosial Kota Metro.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro, IPDA Helni Yani menyatakan bahwa pelayanan anak dalam perspektif hukum perlu ditegakkan untuk memberikan perlindungan kepada anak. Apabila melihat, mendengar terjadinya kekerasan tehadap anak harus segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Sedangkan pembicara dari kalangan Pekerja Sosial, Angga mengatakan bahwa advokasi anak harus memperhatikan proses tumbuh kembang anak dari kecil sampai dengan usia 18 tahun. Setiap tumbuh kembang anak memiliki karakteristik yang harus dipahami oleh setiap orang tua, guru, dan orang-orang disekitarnya agar perkembangannya tidak terganggu.

Sementara itu Hari Setiadi, Ketua Pekerja Sosial Provinsi Lampung menegaskan bahwa untuk menciptakan pelayanan dan perlindungan anak harus memahami piramida pengasuhan dan kelekatan dalam hubungan anak. Pengetahuan terhadap piramida pengasuhan menjadi modal dalam advokasi terhadap anak-anak.

Ditegaskan lagi oleh Sampiriono, Kasi Pelayanan Anak, Keluarga dan Lansia sebagai salah satu pembicara, “bahwa untuk membangun advokasi anak yang baik, maka orang tua, guru, dan pihak terkait harus memahami konsep Neuro Parenting”. Neuro parenting adalah pola pengasuhan anak dengan berbasis otak.

Pengasuhan pada anak itu sebenarnya terjadi di wilayah neuron. Mengasuh anak logikanya seperti merajut. Pada usia 0-13 tahun proses tersambungnya neuron2 yg ada di otak terjadi dg sangat cepat. Pengasuhan sendiri adalah proses stimulasi otak anak yang sesuai dengan perkembangan otaknya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar NPP. Agar bisa tahu bagaimana mengoptimalkan pertumbuhannya dan mewaspadai apa yang bia menghambat bahkan menghancurkannya.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *