Menyadari akan munculnya fenomena kekerasan terhadap anak, maka Dinas Sosial Kota Metro berusaha melakukan beberapa langkah antisipatif dan preventif dalam usaha perlindungan anak di Kota Metro.

Pada Kamis, 28 September 2017, Dinas Sosial Kota Metro mengadakan kegiatan Seminar Nasional Perlindungan Anak yang mengangkat tema “Memutus Mata Rantai Kekerasan Terhadap Anak”, dengan menghadirkan pembicara utama (keynote speaker) yaitu Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait. Dengan kedatangan Arist, seminar diharapkan memberikan semangat yang lebih kuat bagi semua pihak yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam upaya pelayanan dan perlindungan anak.

Pembicara lain dalam seminar tersebut adalah Dra. Ratna Fitriani, sebagai Tim Pengarah Pusat Dukungan Anak dan Keluarga Provinsi Lampung. Dan Hari Setiadi, M.PSSp., sebagai Ketua Pekerja Sosial Profesional DPD Lampung.

Dalam opening ceremony, seminar diawali dengan penampilan tari kreasi dari Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Kauman Metro. Penampilan anak-anak TK ini sebagai pemicu kesadaran bahwa anak-anak memiliki potensi yang tak terbatas yang harus digali, dibimbing, dibesarkan dengan penuh rasa kasih sayang dan tanggung jawab besar.

Seminar ini bertempat di Ballroom Hotel Grand Skuntum Kota Metro, yang diikuti oleh berbagai institusi, yaitu: 1) Unit Pusat Perlindungan Anak (PPA) Polres Metro.2) Unit Pusat Perlindungan Anak (PPA) Polsek se-Kota Metro.3) Jaksa Anak.4) Hakim Anak.5) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Metro.6) Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Metro.7) Lembaga Perlindungan Anak (LPA).8) Psikolog Anak.9) Kepala Sekolah/Guru PAUD/Kober, TK, SD dan SLTP se-Kota Metro.10) Inspektorat Kota Metro.11) Dinas Pendidikan Kota Metro.12) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Metro.13) TP. PKK Kota Metro.14) Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Metro.15) Pengurus HIMPAUDI Kota Metro.16) Perwakilan Pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)/Panti Anak se-Kota Metro.17) Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kota Metro.18) Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se-Kota Metro.

Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Walikota Metro, Djohan, SE., MM. mengingatkan “bahwa anak-anak aset masa depan keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa. Karena itu, orang tua, keluarga, masyarakat, pendidik di sekolah, pemerintah dan semua instansi terkait harus bertanggung jawab dalam usaha-usaha perlindungan anak”.

Sedangkan Arist Merdeka Sirait, mengingatkan bahwa “Anak adalah amanah, titipan dan anugerah dari Tuhan yang harus dilindungi. Anak mempunyai hak hidup yang harus dijamin oleh orang tua, keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Anak juga memiliki harkat dan martabat sebagai manusia yang harus dijaga.

Ratna Fitriani, sebagai pembicara kedua dalam seminar ini menyampaikan upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam pelayanan sosial anak-anak yang mengalami permasalahan. Dukungan dari Dinas Sosial Provinsi Lampung bekerjasama dengan lembaga Save The Children, sudah beberapa tahun telah memberikan pendampingan dan pelayanan sosial bagi anak-anak yang mengalami masalah berbagai cluster.

Sementara itu, Ketua Pekerja Sosial Profesional DPD Lampung, Hari Setiadi menyampaikan, “Upaya-upaya yang dilakukan dalam pelayanan sosial anak di Kota Metro khususnya bisa mendapatkan pendampingan sosial dari Pekerja Sosial yang memiliki sertifikasi. Artinya, tidak sembarangan orang bisa mengaku sebagai Pekerja Sosial dan melakukan pendampingan sosial. Harus ada regulasi yang mengatur eksistensi dan kerja pekerja sosial yang melakukan pendampingan”.

 

Print Friendly, PDF & Email

One thought on “Memutus Mata Rantai Kekerasan Terhadap Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *