Bandar Lampung— Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Provinsi Lampung telah dilakukan baik melalui rehabilitasi, bimbingan maupun jaminan sosial/bantuan sosial baik perorangan, kelompok maupun kelembagaan.

Permasalahan sosial tersebut pada umumnya sebagai akibat dari kemiskinan,
keterlantaran maupun korban bencana baik alam maupun sosial.
Program-program bantuan modal usaha baik kelompok maupun perorangan telah
banyak dilakukan. Namun dipandang kurang memiliki daya ungkit yang signiíkan
sebagai pemicu peningkatan pendapatan. Demikian arahan Gubernur Lampung yang disampaikan oleh Kadis Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni pada acara Edukasi KUBE, UMKM go Online 7 September 2017 di Pusiban Komplek Pemdaprov Lampung.

Selanjutnya Gubernur mengatakan bahwa salah satu penyebab kurangnya daya ungkit untuk meningkatkan kesejahteraan anggota KUBE/LKS/UMKM yakni kurangnya pemasaran produk usahanya. Oleh karena itu Dinas Sosial bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI menyelenggarakan edukasi sekaligus pemberian bantuan Domain/Hosting kepada KUBE/LKS/UMKM secara gratis selama satu tahun. Sosialisasi ini dalam rangka mendorong tumbuhnya konten positif dan terpercaya serta mendorong pertumbuhan e-commerce di Provinsi Lampung. E-Commerce atau disebut e-dagang adalah proses pembelian, penjualan, penyebaran, pemasaran barang ataupun jasa melalui sistem elektronik seperti televisi atau internet, website dan jaringan komputer.

Gubernur menguraikan bahwa keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan
transaksi melalui E-Commerce bagi adalah sebagai berikut:
Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya
lebih murah.
Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat,
pencetakan, report, dan sebagainya.
Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran
yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif. Ungkapnya.

Sementara itu Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo RI Septriana Tangkary mengatakan bahwa visi ekonomi Indonesia tahun 2020 yakni mewujudkan Indonesia sebagai “The Digital Energy of Asia”.
“Dalam menghadapi visi tersebut kita menghadapi dua tantangan utama yang harus
diselesaikan secara seimbang dan serentak yaitu globalisasi dan sistem ekonomi yang adil dan produktif yang berpihak pada takyat serta terjaminnya sistem insentif
ekonomi yang adil dan mandiri.” Katanya. Alumni SMA Negeri 2 Bandar Lampung ini mengatakan bahwa beberapa program prioritas menuju Indonesia sebagai digital ekonomi terbesar pada tahun 2020 antara lain Menciptakan 1000 startup digital, 1 Juta Petani dan Nelayan Go Digital, 1 Juta Domain Indonesia dan 8 Juta UMKM Go Online.
“Saya sangat gembira dan bangga menyaksikan kerjasama antara Kementerian
Kominfo RI dengan Dinas Sosial Provinsi Lampung melalui Program Terwujudnya 1
Juta UMKM termasuk didalamnya KUBE/LKS/UMKM go online,” katanya.

Diinformasikan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung Ratna Fitriani bahwa kegiatan ini didukung juga oleh Bukalapak dengan jumlah peserta sebanyak 250 orang/kelompok terdiri dari KUBE sebanyak 52 Kelp, UEP 21 orang, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebanyak 84 LKS, UMKM sebanyak 43 orang dan Komunitas Bukalapak 50 orang.

Kegiatan ini didukung juga oleh Relawan IT Nasional dan Relawan IT Lampung sebanyak 151 orang dari Perguruan Tinggi Darma Jaya. Para relawan tersebut selanjutnya akanmendampingi para pelaku bisnis online binaan Dinas Sosial Provinsi Lampung, pungkasnya.

Sumber: http://www.lampung7news.com/kube-dan-lks-lampung-kini-go-online/

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *